Tim BPBD Lumajang Tangani Karhutla di Kawasan Wisata Bromo

Tim Reaksi Cepat BPBD Lumajang menangani kebakaran hutan dan lahan di kawasan puncak B29 Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dengan dukungan water bombing dan koordinasi lintas unsur.

By Sama News Agency
August 10, 2026
Tim petugas BPBD dengan rompi oranye sedang berpatroli dan menangani kebakaran hutan di lereng gunung dengan asap tebal terlihat di latar belakang
Tim Reaksi Cepat BPBD Lumajang melakukan operasi penanganan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Bromo. Para petugas terlihat bergerak strategis di medan berbukit dengan vegetasi hutan, sementara asap tebal dari api masih terlihat di sekitar area terdampak kebakaran. (Antara — Terkini)
1 min read
Text size

Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), tepatnya di kawasan wisata puncak B29 di Desa Argosari, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Regu tersebut bergerak menuju lokasi pada Sabtu (8/8) untuk melakukan koordinasi dan membantu penanganan api di kawasan Bukit Sentigi Renteng dan Ledok Bedor, menurut Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho.

Isnugroho mengatakan tim Reaksi Cepat telah melakukan monitoring sejak Kamis (6/8) sebagai kesiapsiagaan mengantisipasi api merambat ke wilayah Kabupaten Lumajang. Tim tiba di Ledok Bedor untuk melakukan pemadaman dan monitoring pada Sabtu (8/8), kemudian kembali ke kantor BPBD sekitar pukul 16.00 WIB karena kondisi memasuki malam.

Penanganan di lapangan melibatkan TNBTS Resort Ranupane, BPBD Kabupaten Lumajang, Babinsa Argosari, Polsek Senduro, serta Masyarakat Peduli Api dari Desa Ranupane dan Argosari. Tim gabungan melakukan penanganan secara manual dengan membuat sekat api dan menggunakan dahan atau ranting basah, sambil memotong pohon di sekitar jalur alternatif untuk mencegah api menyebar.

Penanganan dari darat diperkuat dengan dukungan water bombing. Dua unit helikopter melakukan water bombing pada Jumat (7/8) dengan mengambil air dari Ranu Regulo, dan upaya serupa dilakukan kembali pada Sabtu (8/8). Berdasarkan asesmen BPBD Lumajang, penyebab kebakaran masih dalam proses identifikasi, sementara luas area yang terbakar masih dalam proses asesmen dan penghitungan oleh TNBTS.

Isnugroho menyatakan pemerintah terus berkoordinasi dengan unsur terkait untuk memastikan penanganan berlangsung terpadu dan perkembangan situasi dapat dipantau secara berkelanjutan dengan tetap mengutamakan keselamatan masyarakat dan petugas.

Tim BPBD Lumajang Tangani Karhutla di Kawasan Wisata Bromo | Sama News Agency