Program ketahanan air lintas negara diperluas ke sejumlah wilayah semiarid setelah tahap awal dinilai berhasil menaikkan akses air bersih di desa percontohan.
Proyek mencakup pembangunan sumur dalam, instalasi pemanenan air hujan di fasilitas publik, serta pelatihan pengelolaan sumber daya bagi kelompok warga.
Koordinator program menyebut pemeliharaan jangka panjang menjadi tantangan utama, sehingga pelatihan teknisi lokal dimasukkan sebagai komponen wajib.
Pendanaan tahap berikutnya berasal dari kombinasi anggaran nasional dan lembaga pembangunan multilateral.