Perempuan Dadap Tekuni Pengopekkan Kerang Meski Pesisir Terus Rusak

Perempuan pesisir di Dadap, Tangerang, Banten, terus mengandalkan pengopekkan kerang sebagai sumber pendapatan meskipun menghadapi degradasi lingkungan pesisir yang berkelanjutan.

By Sama News Agency
September 1, 2026
Seorang perempuan mengenakan hijab berwarna merah muda dan pakaian berwarna ungu duduk di tanah sambil membersihkan atau memisahkan kerang-kerangan.
Seorang perempuan pesisir di Dadap, Tangerang, Banten, secara telaten membersihkan kerang-kerangan yang telah dipetik. Meskipun menghadapi tantangan degradasi lingkungan pesisir, perempuan-perempuan di wilayah ini terus mengandalkan pengopekkan kerang sebagai sumber pendapatan utama keluarga mereka. (Mongabay Indonesia)
1 min read
Text size

Ida dengan sigap mengupas kerang hijau sambil memisahkan dagingnya dari cangkang. Perempuan pesisir di Dadap, Tangerang, Banten, ini memasukkan daging kerang ke dalam kantong untuk kemudian dijual. Dalam sehari, Ida mampu mengopek kerang sebanyak 12–15 kilogram dengan tarif upah Rp4.000 per kilogram.

Dari pekerjaan itu, perempuan berdua anak itu menghasilkan Rp50.000–Rp60.000 setiap hari. Pengopekkan kerang telah menjadi pekerjaan turun-temurun bagi masyarakat Dadap sejak dahulu, bergantung pada ketersediaan kerang di wilayah pesisir.

Namun, mata pencaharian tersebut kini menghadapi tantangan seiring dengan terus menurunnya kondisi ekosistem pesisir setempat.

Perempuan Dadap Tekuni Pengopekkan Kerang Meski Pesisir Terus Rusak | Sama News Agency