Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur pada Sabtu 15 Agustus 2026 pukul 05.58 WITA. Pemerintah langsung menggerakkan respons pascagempa dengan mengirimkan bantuan logistik dan personel gabungan pada hari yang sama untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan mendukung evakuasi.
Hingga Sabtu malam, pemerintah telah mengirimkan total 27 ton logistik ke sejumlah wilayah terdampak di NTT melalui beberapa kloter penerbangan Hercules, menurut Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Pengiriman logistik terus dilakukan untuk memastikan bantuan cepat sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.
Lebih dari 3.500 personel TNI dan Polri telah diterjunkan ke berbagai wilayah, termasuk Manggarai, Maumere, Flores, dan daerah terdampak lainnya di NTT pada Sabtu. Pengerahan personel ini mendukung operasi penanganan dan pemulihan di lapangan.
Respons cepat ini mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto untuk koordinasi lintas sektor dalam menangani pascagempa. Pemerintah telah mengerahkan sejumlah kementerian, lembaga, serta unsur PLN, Pertamina, dan Telkom ke lokasi bencana pada hari kejadian.
Kehadiran berbagai unsur tersebut diharapkan mempercepat penanganan kebutuhan masyarakat mulai dari bantuan dan evakuasi hingga pemulihan layanan dasar. Pemerintah memastikan koordinasi antarlembaga terus diperkuat agar masyarakat terdampak dapat memperoleh bantuan secara cepat dan sesuai kebutuhan.



