Mitigasi Bencana Geologi Masih Tertinggal

Seminggu setelah gempa berkekuatan 7,7 magnitudo di Nusa Tenggara Timur, BNPB mengalihkan fokus dari penyelamatan menuju pemenuhan kebutuhan dasar para penyintas.

By Sama News Agency
September 1, 2026
Puluhan orang berkumpul di depan sebuah bangunan putih dengan atap merah dan bendera Indonesia, di bawah payung oranye, dengan pegunungan dan laut di latar belakang.
Ratusan penyintas gempa berkumpul di sebuah pos penampungan sementara untuk menerima bantuan kebutuhan dasar dan informasi pemulihan, seminggu setelah gempa 7,7 magnitudo mengguncang Nusa Tenggara Timur. (Mongabay Indonesia)
1 min read
Text size

Lebih dari seminggu setelah gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) berkekuatan magnitudo 7,7 terjadi, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mulai mengalihkan fokus dari operasi pencarian dan penyelamatan menuju penanganan dan pemenuhan kebutuhan dasar para penyintas.

Hingga Jumat (21/8/26) pukul 17.00, korban jiwa dari gempa tersebut mencapai 83 orang meninggal dunia dan 986 orang mengalami luka-luka, menurut data BNPB. Sekitar 110.785 warga terpaksa mengungsi di sembilan kabupaten dan satu kota yang terdampak.

Insiden gempa ini menyoroti tantangan mitigasi bencana geologi di Indonesia yang masih memerlukan perhatian lebih serius dan peningkatan kesiapan.

Mitigasi Bencana Geologi Masih Tertinggal | Sama News Agency