Menteri PPPA Ingatkan Jaga Privasi Anak Terkait Temuan Senjata dan Narkoba di Sekolah

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak meminta semua pihak menjaga privasi anak-anak terkait temuan senjata, narkotika, dan materi pornografi di sekolah di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

By Sama News Agency
August 10, 2026
Seorang perempuan mengenakan hijab merah dan kacamata berdiri di podium sambil berbicara di depan bendera-bendera berwarna di latar belakang.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak memberikan pernyataan mengenai perlindungan privasi anak-anak dalam kasus temuan senjata dan narkoba di sekolah di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. (Antara — Terkini)
1 min read
Text size

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi menekankan perlunya menjaga privasi anak-anak dan menghindari stigma terkait penemuan senjata, narkotika, dan CD/VCD bermuatan pornografi di sekolah di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Menurut menteri, anak-anak tidak boleh menjadi korban dari masalah yang bukan tanggung jawab mereka.

"Anak tidak boleh menjadi korban dari persoalan yang bukan tanggung jawab mereka. Mari kita jaga privasi dan kondisi psikologis anak agar mereka masih bisa belajar dengan nyaman," kata Menteri PPPA Arifah Fauzi di Jakarta, Minggu. Menteri menyatakan keprihatinannya atas temuan ratusan senjata, narkotika, dan 25 keping CD/VCD bermuatan pornografi di salah satu ruangan sekolah tersebut.

Menteri berharap pihak sekolah dapat memastikan anak-anak tetap dapat belajar dengan baik dan aman. Pihaknya juga mendorong sekolah melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap ruangan dan fasilitas serta memperkuat pengawasan guna memastikan lingkungan pendidikan tetap aman dan mendukung tumbuh kembang anak.

Polres Metro Jakarta Selatan sebelumnya telah mengamankan 995 unit airsoft gun yang terdiri atas 776 unit revolver airsoft gun dan 215 unit pistol airsoft gun dari gudang yayasan sekolah di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama. Petugas juga mengamankan empat pucuk senapan angin, satu pucuk senjata api merek Francispa, dan empat laras senjata panjang pabrikan, di samping dua linting yang diduga ganja dan satu paket yang diduga sabu.

Menteri meminta semua pihak menghormati proses penyelidikan yang sedang berjalan dan menyerahkan pendalaman kasus kepada kepolisian tanpa mendahului hasil pemeriksaan. "Kami menghormati proses penyelidikan yang sedang berjalan dan menyerahkan pendalaman kasus ini kepada kepolisian. Kami tidak akan mendahului proses hukum. Namun, kepentingan terbaik bagi anak tetap menjadi prioritas," kata Menteri Arifatul Choiri Fauzi.

Menteri PPPA Ingatkan Jaga Privasi Anak Terkait Temuan Senjata dan Narkoba di Sekolah | Sama News Agency