Khofifah tegaskan Jawa Timur gudang ulama dan dorong tafaqquh fiddin dari berbagai profesi

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menekankan peran provinsinya sebagai pusat ulama dan mendorong pengembangan pemahaman agama di berbagai profesi dalam acara wisuda Ma'had Aly Nurul Cholil.

By Sama News Agency
August 10, 2026
Seorang wanita mengenakan hijab merah muda dan pakaian tradisional berdiri di mimbar kayu berukir sambil berbicara di depan mikrofon, dengan tangan kanan terangkat, dengan latar belakang motif geometris biru dan kuning.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berpidato pada acara wisuda Ma'had Aly Nurul Cholil, menekankan peran Jawa Timur sebagai pusat pengembangan pemahaman agama Islam di berbagai profesi. (Antara — Terkini)
2 min read
Text size

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan Jawa Timur sebagai gudang ulama dan mendorong gerakan tafaqquh fiddin dari berbagai profesi saat menyampaikan orasi ilmiah pada Wisuda Angkatan V Ma'had Aly Nurul Cholil di Bangkalan. "Untuk bisa membangun tafaqquh fiddin dari berbagai profesi-profesi yang lain, Insya Allah di Jawa Timur ini gudangnya ulama. Dan banyaknya ulama ini memberikan manfaat yang luar biasa di Jawa Timur," kata Khofifah.

Khofifah menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendukung pendidikan tinggi keagamaan melalui berbagai program beasiswa yang disalurkan lewat Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniyah Provinsi Jawa Timur. Sepanjang 2019-2026, sebanyak 7.976 mahasiswa telah menerima manfaat program beasiswa tersebut. Dukungan untuk pendidikan Ma'had Aly tercatat diberikan kepada 240 mahasiswa pada 2019, 425 mahasiswa pada 2021, 285 mahasiswa pada 2023, 45 mahasiswa pada 2024, 380 mahasiswa pada 2025, dan 105 mahasiswa pada 2026.

Program beasiswa Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk jenjang S1 dan S2 di Al-Azhar Kairo mencatat penerima sebanyak 30 mahasiswa pada 2021, 30 mahasiswa pada 2022, 30 mahasiswa pada 2023, 33 mahasiswa pada 2024, 35 mahasiswa pada 2025, dan 30 mahasiswa pada 2026. Khofifah menyatakan bahwa mereka yang pulang dari Al-Azhar adalah ulama Al-Azhar, bukan sekadar sarjana Al-Azhar.

Khofifah berpesan agar para wisudawan menjadi ahli di bidang yang digeluti dan mampu menjawab tantangan perkembangan zaman. Ia berharap Ma'had Aly Nurul Cholil tidak berhenti pada jenjang S1, melainkan terus meningkatkan pendidikan hingga S2 dan S3. "Nurul Cholil insya Allah termasuk yang punya peluang besar meningkat pada marhalah tsaniyah. Semoga semua bisa berseiring dengan program di Ma'had Aly ini," katanya.

Mudir Ma'had Aly Nurul Cholil KH Ahmad Faqoth Zubair mengapresiasi dukungan Gubernur Khofifah dan meminta para mahasantri memperhatikan orasi ilmiah Gubernur sebagai bekal untuk terjun di tengah masyarakat. "Oleh karena itu, saya berharap orasi ilmiah dan wejangan-wejangan beliau mohon didengarkan dan perlu dicatat sebagai bahan ilmu dan bekal untuk anak-anakku sekalian nanti berjuang di tengah-tengah masyarakat," kata KH Ahmad Faqoth Zubair.

Khofifah tegaskan Jawa Timur gudang ulama dan dorong tafaqquh fiddin dari berbagai profesi | Sama News Agency