Saluran televisi Israel Channel 13 melaporkan bahwa Tel Aviv terus membuka opsi untuk melakukan serangan ke Iran tanpa keterlibatan Amerika. Laporan tersebut dikutip Anadolu Agency pada Minggu (9/8).
Menurut laporan itu, militer Israel sedang mempersiapkan operasi serangan di saat Washington mencari "jalan keluar" untuk menghentikan perang dengan Iran. Persiapan ini dilakukan seiring upaya As mencegah eskalasi lebih lanjut.
Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Dan Caine sebelumnya memperingatkan pejabat Amerika tentang dampak berkelanjutnya peperangan. Caine menyatakan bahwa eskalasi lebih lanjut dapat menciptakan risiko baru dan akan sulit bagi pemerintahan Donald Trump mencapai tujuan hanya melalui serangan udara.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menganggap Iran, terutama program nuklirnya, sebagai ancaman besar bagi Israel. Netanyahu menolak nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Juni lalu, yang berisi penghentian pertempuran dari seluruh front termasuk sekutu AS dan serangan di Lebanon.
Mediator konflik AS-Israel dari Pakistan menyatakan bahwa kesepakatan tersebut mencakup Israel sebagai sekutu AS.



