Badan-badan keamanan Israel sedang mempertimbangkan rencana penarikan sebagian pasukan dari Jalur Gaza dan menggantinya dengan pasukan stabilisasi internasional (ISF), menurut laporan media lokal. Channel 12 Israel melaporkan para pejabat keamanan Israel telah membahas opsi tersebut dalam beberapa hari terakhir sebagai bagian dari tindak lanjut gencatan senjata.
Langkah-langkah pembentukan ISF telah dimulai, dan Israel dilaporkan telah menyetujui pasukan tersebut memasuki area tertentu di Gaza. Namun laporan tersebut tidak menyebutkan area spesifik mana yang mendapat persetujuan dari Israel.
Israel sebelumnya enggan menarik pasukannya meskipun ada kesepakatan baru mengenai pelucutan senjata Hamas. Dalam pernyataan resmi, penarikan pasukan akan dilakukan jika pelucutan senjata oleh faksi-faksi di Palestina selesai. Namun Hamas menegaskan tidak akan mematuhi perjanjian tersebut jika Israel melanggar peraturan.
Israel memiliki riwayat melanggar gencatan senjata. Minggu lalu, setelah kesepakatan pelucutan senjata Hamas, Israel melakukan serangan masif ke Gaza. Operasi tersebut menewaskan 26 orang termasuk perempuan dan anak-anak.
Israel meluncurkan operasi militer di Palestina pada Oktober 2023. Selama operasi tersebut, lebih dari 73.000 orang tewas, jutaan orang mengungsi, dan fasilitas serta rumah warga sipil hancur. Israel juga menerapkan blokade total ke Gaza sehingga bantuan kemanusiaan hampir tidak dapat masuk, dan menyebarkan pasukan ke seluruh wilayah Gaza dengan mendirikan pangkalan militer di sana.



