Greta Lee mengungkapkan berbagai ketakutan dan tantangan fisik yang dihadapinya dalam memproduksi film survival thriller terbarunya, The Last House. Aktor yang dikenal dari Past Lives tersebut menjelaskan dalam wawancara di siniar Skip Intro bahwa daya tarik terhadap cerita perjuangan bertahan hidup sejak kecil mendorongnya menerima peran sebagai Ann dalam film garapan sutradara Louis Leterrier itu.
Dalam film tersebut, Lee memerankan seorang ibu yang terjebak bersama suami dan anak-anaknya di rumah mereka sendiri secara misterius. Persiapan untuk peran ini menuntut pelatihan fisik yang berat, termasuk les penyelaman intensif di London School of Diving. Lee dan para aktor lain belajar mengontrol napas, menyeimbangkan tekanan di telinga, dan menggunakan pemberat tambahan karena tubuhnya cenderung mudah mengapung.
Lee mengingat saat awal latihan menahan napas, ketika ia merasa telah bertahan lama di bawah air hanya untuk diberitahu instruktur bahwa ia baru menahan napas selama dua menit. Melalui berhari-hari syuting di dalam air, komitmen profesionalnya secara bertahap meningkatkan kemampuan bertahannya di bawah air.
Proses produksi tersebut berdampak signifikan pada kehidupan pribadi Lee. Ia mengatakan berhasil mengatasi trauma dan ketakutan ekstrem terhadap hiu yang membayanginya sejak kecil. "Saya tidak takut lagi sekarang. Saya bisa berada di dalam air selama berjam-jam karena apa yang sudah saya lewati selama pembuatan film ini," ujar Lee.
The Last House akan tayang 7 Agustus di Netflix.


