Pembangunan kawasan yudikatif di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, direncanakan selesai pada 2027. Menurut Sonny Alissa, petugas pembuat komitmen di Satuan Kerja Pembangunan Infrastruktur Otorita IKN, cuaca cerah selama musim kemarau mendukung akselerasi proyek sehingga pekerjaan dapat dioptimalkan siang dan malam.
Paket pertama proyek mencakup pembangunan Gedung Mahkamah Agung dan Plaza Keadilan. Gedung Mahkamah Agung memiliki luas 56.000 meter persegi dengan tujuh lantai, ruang sidang utama berkapasitas 473 orang, dan kapasitas pegawai sekitar 2.000 orang. Menurut Alissa, progres fisik Gedung Mahkamah Agung mencapai 12,5 persen setelah delapan bulan pengerjaan.
Gedung Mahkamah Konstitusi memiliki luas 44.000 meter persegi dengan delapan lantai dan ruang sidang pleno berkapasitas 400 orang, sementara Gedung Komisi Yudisial memiliki luas 12.900 meter persegi dengan empat lantai dan ruang sidang berkapasitas 60 orang. Progres proyek Mahkamah Konstitusi dan Komisi Yudisial telah mencapai 45,7 persen.
Kawasan yudikatif memiliki luas 15,15 hektare dengan akses terpisah untuk hakim, pegawai, dan tamu sebagai upaya menjaga independensi hakim dan keamanan. Seluruh utilitas kawasan menggunakan Multi Utility Tunnel untuk jaringan listrik, telekomunikasi, dan perpipaan air minum, sehingga tidak ada kabel udara. Pembangunan jalan, lanskap, dan sistem drainase berlangsung secara paralel.



