China Ekspresikan Dukungan untuk Aliansi Pertahanan Turki-Arab Saudi-Pakistan

Menteri Luar Negeri China Wang Yi menyatakan dukungan penuh terhadap Pakta Pertahanan Makkah yang baru disepakati oleh Turki, Arab Saudi, dan Pakistan, serta mengekspresikan minat untuk bekerja sama.

By Sama News Agency
August 16, 2026
Seorang pria berusia lanjut yang mengenakan setelan jas hitam, dasi biru, dan kemeja putih berdiri di depan mikrofon sambil berbicara dengan latar belakang bendera merah China di ruangan formal.
Menteri Luar Negeri China Wang Yi menggelar konferensi pers untuk mengumumkan dukungan China terhadap Pakta Pertahanan Makkah yang melibatkan Turki, Arab Saudi, dan Pakistan, menandai komitmen diplomatik baru di kawasan. (CNN Indonesia — Internasional)
1 min read
Text size

Menteri Luar Negeri China Wang Yi mengekspresikan dukungan penuh terhadap Pakta Pertahanan Makkah, aliansi pertahanan yang baru disepakati oleh Turki, Arab Saudi, dan Pakistan. Wang Yi juga menyampaikan keinginan China untuk bekerja sama dengan ketiga negara tersebut.

Menurut laporan CGTN pada Minggu (9/8), Wang Yi mengatakan kerangka kerja seperti itu dapat membantu mencari solusi jangka panjang untuk konflik regional dan melindungi hak serta kepentingan sah negara-negara berkembang. Dukungan China terhadap perjanjian itu dipandang sebagai perkembangan penting di tengah perubahan dinamika geopolitik di kawasan tersebut.

Para pakar menilai bahwa langkah ini mencerminkan hubungan yang erat antara China dan dunia Islam, sekaligus menunjukkan penguatan hubungan Beijing dengan Pakistan, Arab Saudi, dan Turki. China memiliki hubungan militer yang dekat dengan Pakistan, dengan Islamabad bergantung pada Beijing untuk persenjataan dan peralatan pertahanan.

Pakar hubungan internasional Imran Khurshid dari Middle East Forum mengatakan China menggunakan Pakistan sebagai pintu masuk untuk memasuki lanskap pertahanan kawasan. Khurshid menambahkan bahwa jika aliansi "NATO Islam" potensial yang dibicarakan oleh banyak negara ini terwujud, China mungkin akan percaya bahwa mereka memiliki pasar yang lebih besar untuk penjualan senjata.

Berdasarkan pakta pertahanan bersama Saudi-Pakistan yang ditandatangani tahun lalu, Islamabad mengirimkan jet tempur JF-17 buatan China dan sistem pertahanan lainnya ke Riyadh. Khurshid mengatakan kesepakatan semacam itu menciptakan kemitraan yang langgeng karena melibatkan komitmen jangka panjang terkait pemeliharaan, suku cadang, pelatihan, dan dukungan logistik.

Sementara itu, pakar dari Atlantic Council Michael Kugelman mengatakan ketiga negara yang menandatangani pakta berusaha keras untuk tidak menampilkan diri dengan cara yang menyerupai NATO. Kugelman menduga Turki mungkin dapat menyediakan kepada Pakistan dan Arab Saudi peralatan yang sebanding dengan yang ditawarkan China, dan dengan harga yang lebih baik.

China Ekspresikan Dukungan untuk Aliansi Pertahanan Turki-Arab Saudi-Pakistan | Sama News Agency