Center of Economic and Law Studies (Celios) menilai program padat karya mampu mendorong pembukaan lapangan kerja dan perekonomian hingga ke tingkat desa. Direktur Kebijakan Publik Celios Media Wahyudi Askar mengatakan program padat karya tunai pernah diinisiasi dalam Paket Ekonomi 2025, namun berbagai program semacam itu berkurang signifikan tahun lalu.
Media menekankan pentingnya peran pemerintah mengatasi ketimpangan dan kemiskinan, terutama di tingkat pedesaan. Menurut analisisnya, perubahan desil penerima bantuan sosial turut mempengaruhi ketimpangan tersebut, dengan beberapa desil tidak lagi menerima program bantuan sosial tertentu. Program seperti Keluarga Harapan, Bantuan Pangan Non-Tunai, dan jaminan kesehatan juga tidak mengalami peningkatan signifikan selama setahun terakhir.
Badan Pusat Statistik mencatat Gini Ratio pengeluaran penduduk Indonesia mencapai 0,368 poin pada Maret 2026, naik 0,005 poin dibandingkan September 2025 yang sebesar 0,363. Di perkotaan, Gini Ratio tercatat 0,387, sementara di perdesaan 0,296. Keduanya mengalami peningkatan dibandingkan enam bulan sebelumnya.
Lembaga statistik negara melaporkan jumlah penduduk miskin turun sebanyak 430 ribu menjadi 22,93 juta orang pada Maret 2026, dibandingkan 23,36 juta orang pada September 2025. Garis kemiskinan nasional pada Maret 2026 mencapai Rp669.235 per kapita per bulan, meningkat 4,33 persen dari Rp641.443 per kapita per bulan enam bulan sebelumnya.
