Ular Kepala Tembaga Terus Berkembang Biak Tanpa Kawin Meski Jantan Ada

Para ilmuwan menemukan bahwa ular kepala tembaga betina dapat bereproduksi tanpa kawin meskipun pejantan tersedia di habitatnya, menantang pemahaman sebelumnya tentang partenogenesis.

Oleh Sama News Agency
5 September 2026
A tan and brown patterned snake with a yellow forked tongue extended, resting on dark wet ground surrounded by brown twigs and green plant shoots.
Ular kepala tembaga (copperhead) betina dapat bereproduksi melalui partenogenesis, proses reproduksi aseksual yang memungkinkan mereka berkembang biak tanpa memerlukan pejantan, bahkan ketika pejantan tersedia di habitat alami mereka. (Mongabay Indonesia)
1 menit membaca
Ukuran teks

Selama bertahun-tahun, para ilmuwan meyakini bahwa reproduksi tanpa pembuahan pada hewan hanya terjadi dalam kondisi penangkaran, seperti di kebun binatang atau fasilitas penelitian. Fenomena ini, yang dikenal sebagai partenogenesis atau kelahiran perawan, pernah dicatat pada beberapa spesies seperti ular piton dan komodo yang hidup bertahun-tahun tanpa pejantan sebelum tiba-tiba menghasilkan telur yang menetas.

Temuan terbaru menunjukkan bahwa ular kepala tembaga betina terus berkembang biak melalui partenogenesis meskipun pejantan tersedia di habitat alaminya. Penemuan ini mengubah pemahaman ilmuwan tentang bagaimana dan di mana partenogenesis dapat terjadi pada reptil liar.

Ular Kepala Tembaga Terus Berkembang Biak Tanpa Kawin Meski Jantan Ada | Sama News Agency