Selama bertahun-tahun, para ilmuwan meyakini bahwa reproduksi tanpa pembuahan pada hewan hanya terjadi dalam kondisi penangkaran, seperti di kebun binatang atau fasilitas penelitian. Fenomena ini, yang dikenal sebagai partenogenesis atau kelahiran perawan, pernah dicatat pada beberapa spesies seperti ular piton dan komodo yang hidup bertahun-tahun tanpa pejantan sebelum tiba-tiba menghasilkan telur yang menetas.
Temuan terbaru menunjukkan bahwa ular kepala tembaga betina terus berkembang biak melalui partenogenesis meskipun pejantan tersedia di habitat alaminya. Penemuan ini mengubah pemahaman ilmuwan tentang bagaimana dan di mana partenogenesis dapat terjadi pada reptil liar.


