Tim Penggerak PKK Latih Pengusaha Perempuan Manfaatkan AI

Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga Kota Makassar menyelenggarakan pelatihan pemanfaatan kecerdasan artifisial bagi pengusaha perempuan untuk meningkatkan bisnis mereka.

Oleh Sama News Agency
18 Agustus 2026
Pemandangan jalan perkotaan di Makassar dengan gedung bertingkat bergaris biru putih di tengah, dikelilingi kendaraan, material konstruksi, dan peralatan industri.
Ilustrasi. Pemandangan jalan di Kota Makassar, lokasi penyelenggaraan pelatihan pemanfaatan kecerdasan artifisial bagi pengusaha perempuan oleh Tim Penggerak PKK. (Foto: Lofor / Wikimedia Commons (CC BY 3.0))
1 menit membaca
Ukuran teks

Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Makassar, Sulawesi Selatan, mengadakan pelatihan pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) bagi perempuan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kegiatan berjudul "Ibu Berdaya: Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial untuk UMKM Perempuan" berlangsung di Makassar pada Selasa (11 Agustus), dengan tujuan membantu pelaku usaha meningkatkan bisnis mereka melalui teknologi digital.

Sekretaris TP PKK Kota Makassar Faridah Kadir mengatakan pelatihan dirancang untuk memberi pengetahuan dan keterampilan praktis kepada perempuan dalam menggunakan AI. Ia menyatakan perkembangan teknologi harus dipandang sebagai peluang untuk meningkatkan kreativitas dan memperluas promosi usaha secara lebih efektif. "Kami ingin ibu-ibu tidak hanya mengenal AI, tetapi bisa langsung memanfaatkannya untuk usaha," ujar Faridah.

Pelatihan merupakan program kerja Pokja II TP PKK Kota Makassar yang diselenggarakan melalui kolaborasi dengan BASAibu Wiki-Sulsel dan Lab Teknologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar. Kegiatan secara spesifik bertujuan meningkatkan literasi AI dan digital peserta, membuat konten promosi berbasis AI, mendesain materi pemasaran digital, dan merancang strategi pemasaran yang lebih kreatif.

Faridah menekankan pelatihan bukan hanya pengenalan, tetapi memastikan teknologi dapat digunakan untuk mendukung aktivitas usaha sehari-hari. "Dengan pelatihan ini, para peserta diarahkan memanfaatkan AI untuk pekerjaan yang selama ini dianggap sulit, seperti membuat ide promosi, menulis caption, menyusun materi pemasaran, hingga menghasilkan desain yang lebih menarik," katanya.

Pokja II TP PKK Kota Makassar Andi Indrawaty menambahkan metode praktik langsung dipilih karena sebagian besar peserta adalah perempuan pelaku UMKM yang belum terbiasa menggunakan teknologi digital. "Kalau hanya diberikan materi, mungkin ibu-ibu masih bingung. Jadi kita langsung praktik," kata Andi. Ia menegaskan perkembangan teknologi tidak seharusnya menjadi hambatan bagi perempuan pelaku UMKM, dan dengan pendampingan yang tepat, teknologi justru dapat memudahkan pekerjaan dan membuat promosi lebih menarik.

Tim Penggerak PKK Latih Pengusaha Perempuan Manfaatkan AI | Sama News Agency