Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menutup total seluruh akses wisata ke Gunung Bromo mulai Sabtu pukul 22.00 WIB untuk mengefektifkan upaya pemadaman kebakaran di kawasan tersebut. Penutupan diberlakukan untuk jangka waktu yang belum ditentukan.
Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha mengatakan keputusan penutupan ini berdasarkan perkembangan kondisi terkini di lapangan, di mana kobaran api di area Kaldera Bromo semakin meluas. Langkah ini juga mempertimbangkan faktor keamanan dan keselamatan pengunjung.
Penutupan akses meliputi lima pintu masuk Gunung Bromo yang tersebar di empat daerah: Cemorolawang di Kabupaten Probolinggo, Wonokitri di Kabupaten Pasuruan, Jemplang dan Coban Trisula di Kabupaten Malang, serta Senduro di Kabupaten Lumajang. Wisatawan yang telah membeli tiket dapat melakukan penjadwalan ulang atau meminta pengembalian dana melalui aplikasi booking online.
Kebakaran hutan yang mulai terjadi Senin (3/8) terus meluas akibat angin kencang. Berdasarkan data Balai Besar TNBTS, area yang terdampak mencapai sekitar 176 hektare pada Jumat (7/8) malam. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief mengatakan tim gabungan pemadaman telah berhasil memutus api agar tidak menyeberangi jalur tertentu, dengan semua petugas tetap siaga penuh.



