Sebanyak 875 penumpang rute Ambon-Jakarta gagal berangkat dari Bandara Pattimura Ambon, Maluku, pada Minggu akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Bandara menutup sementara penerbangan rute Ambon-Jakarta hingga pukul 19.00 WIT, sementara rute ke Makassar, Surabaya, Papua, dan antar-kabupaten di Maluku tetap beroperasi.
Kepala Divisi Operasional Service dan Security Bandara Pattimura Ida Made Dwipayana mengatakan pembatasan penerbangan dilakukan karena abu vulkanik Gunung Anak Krakatau belum surut. Penumpang yang terdampak berasal dari delapan penerbangan—empat rute Ambon-Jakarta dan empat rute Jakarta-Ambon—dan diminta melakukan pembatalan dengan pengembalian biaya tiket hingga 100 persen.
Hingga Minggu, pihak Bandara Pattimura belum dapat memastikan kapan penerbangan Ambon-Jakarta kembali dibuka, dengan koordinasi masih dilakukan bersama berbagai pemangku kepentingan termasuk bandara tujuan. Penumpang yang menunggu di terminal melaporkan ketidakpastian terkait jadwal penerbangan mereka.
Dampak erupsi juga terasa di Bandara Internasional Juanda Surabaya, di mana 75 penerbangan dibatalkan pada Minggu malam. General Manager Muhammad Tohir mengatakan gangguan di bandara-bandara lain terlebih dahulu memengaruhi konektivitas dan rotasi penerbangan di Juanda, mencakup 37 penerbangan keberangkatan dan 38 kedatangan menuju Jakarta dan Bandara Halim Perdanakusuma.
Bandara Juanda menyediakan makanan ringan, minuman, dan personel di area terminal untuk memastikan penumpang memperoleh pelayanan dan informasi terkait perubahan perjalanan. Tohir mengimbau calon penumpang memantau status penerbangan melalui kanal resmi maskapai atau menghubungi Contact Center Angkasa Pura Indonesia di nomor 172 untuk informasi terbaru.



