Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra Selatan telah menghancurkan sekitar 1.926 hektare atau sekitar 19,26 kilometer persegi per Sabtu, menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Untuk perbandingan, luas kebakaran tersebut mencapai tiga kali lebih besar dari luas Kecamatan Menteng di Jakarta, yang hanya mencakup 6,53 kilometer persegi.
BNPB telah mengerahkan sembilan unit helikopter dan sekitar 11.567 personel gabungan untuk menangani kebakaran di wilayah tersebut, menurut Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi BNPB Brigjen TNI Djohan Darmawan. Helikopter yang ditempatkan di Palembang digunakan untuk patroli, water bombing, dan operasi modifikasi cuaca.
Di Provinsi Riau, BNPB juga menangani kebakaran hutan dengan luas lahan terbakar sekitar 16.249 hektare menggunakan tujuh unit helikopter. Djohan menyatakan bahwa beberapa daerah di Riau, khususnya Pelalawan, Bengkalis, dan Rokan Hilir, memiliki titik panas yang tinggi dan menjadi area prioritas penanganan. Sekitar 17.764 personel terlibat dalam operasi di Riau.
Untuk menangani kebakaran hutan dan lahan di Jambi, BNPB mengerahkan enam unit helikopter yang terdiri dari helikopter Bell, satu Caravan untuk operasi modifikasi cuaca, dan empat unit water bombing. Proses penanganan dilakukan bersama sejumlah kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Kehutanan.



