Siswa Sambut Seskab dengan Puisi Tentang Harapan

Seorang siswa Sekolah Rakyat membawakan puisi beriringan musik kepada Sekretaris Kabinet dan Menteri Sosial, menceritakan perubahan hidupnya setelah mendapat kesempatan bersekolah.

Oleh Sama News Agency
12 Agustus 2026
Sekelompok anak-anak sekolah dasar duduk di bangku kayu di dalam ruang kelas sambil menulis atau membaca dengan papan tulis di depan mereka.
Ilustrasi. Siswa Sekolah Rakyat belajar di kelas dengan bangku dan meja kayu sederhana, menunjukkan kondisi fasilitas pendidikan dasar pada masa tersebut. (Foto: Credited in file title / Wikimedia Commons (Public domain))
1 menit membaca
Ukuran teks

Tepuk tangan riuh menggema di Gedung Politeknik Penerbangan Indonesia Curug, Banten, Sabtu (8/8), saat sejumlah siswa Sekolah Rakyat tampil di hadapan Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf. Penampilan mencakup nyanyian, pidato dalam bahasa asing, dan paduan suara.

Salah satu penampilan yang menarik perhatian adalah puisi beriringan musik yang dibawakan Zahwa Anindita Fauzi, siswa Sekolah Rakyat 4 Jakarta. Dengan iringan gitar, Zahwa membacakan puisi berjudul "Dari Jalanan Menuju Harapan" yang menceritakan perubahan hidupnya setelah mendapat kesempatan bersekolah. "Dulu jalanan adalah tempat kami mencari makan. Kini Sekolah Rakyat adalah tempat kami menjemput masa depan," kata Zahwa dalam salah satu baitnya.

Acara tersebut merupakan bagian dari persiapan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah di Sekolah Rakyat Terintegrasi 8 Kabupaten Tangerang. Dalam kesempatan itu, Letkol Teddy menjelaskan bahwa Program Sekolah Rakyat merupakan upaya Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan anak-anak Indonesia memperoleh akses pendidikan yang layak dan berkualitas, termasuk dari keluarga kurang mampu. Menurutnya, hingga saat ini telah mencapai 43 ribu anak yang sebelumnya tidak bersekolah kini dapat bersekolah.

Menteri Sosial Gus Ipul mengungkapkan Program Sekolah Rakyat merupakan hasil kerja bersama pemerintah pusat dan daerah, dengan pemerintah daerah menyediakan lahan dan pemerintah pusat membangun infrastruktur sekolah. Ia mencontohkan perkembangan siswa yang sebelumnya belum lancar membaca bahasa Inggris, namun setelah satu tahun di Sekolah Rakyat menunjukkan kemampuan yang lebih baik.

Gus Ipul menegaskan bahwa perbedaan latar belakang dan kemampuan siswa tidak menjadi alasan untuk membedakan mereka dalam mendapatkan kesempatan pendidikan. Penampilan siswa menunjukkan bukti bahwa dalam waktu satu tahun penyelenggaraan, mereka telah menjadi lebih percaya diri.

Siswa Sambut Seskab dengan Puisi Tentang Harapan | Sama News Agency