Daerah Operasi Manggala Agni Rengat di Provinsi Riau telah membuat 19 embung sebagai sumber air untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Kelurahan Kerumutan, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan yang mencakup area seluas 64 hektar. Kepala Daops Manggala Agni Rengat Muhammad Sodik mengatakan embung tersebut dibuat dengan bantuan alat berat, selain juga digunakan untuk membuka akses jalan masuk dan membuat sekat bakar.
Sodik menyatakan saat ini sudah terkonformasi 17 embung yang telah dibuat di sekitar lokasi pemadaman. Penanganan sudah memasuki hari ke-11 dan api belum padam, dengan tantangan di lapangan berupa kondisi bahan bakar padat dan jarak tempuh menuju kepala api yang jauh. Kepala api berada di dalam tanaman akasia liar, sehingga memerlukan waktu 1,5 jam untuk melangsir peralatan menggunakan kendaraan roda dua atau berjalan kaki sejauh 1,5 kilometer.
Di lokasi lain, Manggala Agni juga melakukan pemadaman di Sungai Guntung Hilir, Kabupaten Inderagiri Hulu, dengan luas lahan terbakar diperkirakan 50 hektar dan masih berpotensi bertambah. Penanganan sudah memasuki hari ke-7 dan statusnya belum padam, dengan tantangan berupa kondisi bahan bakar padat, asap pekat, dan angin yang bertiup kencang. Kepala api sudah merangsek masuk ke arah hutan primer dengan akses yang belum terbuka sepenuhnya.
Pemadaman di Inderagiri Hulu mendapat dukungan satu unit helikopter waterbombing dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Alat berat tambahan juga sudah masuk untuk membuka akses ke sisi kepala api bagian utara dan menyiapkan embung sebagai sumber air serta pembuatan sekat bakar.
