Tim gabungan dari berbagai unsur telah melakukan 17 operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, sepanjang tahun 2026. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Penajam Paser Utara, Nurlaila, menjelaskan total lahan terbakar di kabupaten tersebut sepanjang Januari-Juli 2026 mencapai sekitar 9,99 hektare yang tersebar di wilayah Kecamatan Penajam, Babulu dan Sepaku.
Menurut Nurlaila, karhutla berhasil dipadamkan oleh tim gabungan sebagai upaya serius menanggulangi bencana asap yang berpotensi meluas. Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara telah menyebarkan informasi dan pemberitahuan kepada masyarakat terkait potensi dan dampak karhutla serta fenomena cuaca El Nino pada musim kemarau.
Berdasarkan pantauan lapangan, Nurlaila menyatakan kebakaran hutan dan lahan tersebut disebabkan oleh ulah manusia, bukan faktor alam. Masyarakat memanfaatkan musim kemarau untuk membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, kata Nurlaila.
Nurlaila mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan membakar tanaman mengingat cuaca yang cukup panas dengan suhu di atas normal. Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) dan unsur lainnya juga mencari data pemilik lahan untuk menyelidiki penyebab kebakaran.
Apabila karhutla terjadi karena sengaja dibakar, warga yang bersangkutan akan dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.
