Mahasiswi Raih Juara Nasional dengan Perangkat Sensor Pemantau Demam

Seorang mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan meraih juara pertama Pilmapres nasional dengan menghadirkan perangkat pemantau berbasis keringat untuk mendeteksi keparahan penyakit infeksi bertanda demam.

Oleh Sama News Agency
17 Agustus 2026
Seorang mahasiswi memakai kacamata sedang berdiri di samping seorang pria yang mengenakan baju batik biru tua, keduanya tersenyum sambil memegang piala dan buket bunga putih di atas panggung, dengan layar besar menampilkan foto-foto penerima penghargaan lainnya di latar belakang.
Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan meraih penghargaan juara nasional Pilmapres atas inovasi perangkat sensor pemantau demam berbasis keringat untuk mendeteksi tingkat keparahan penyakit infeksi. Penghargaan diserahkan oleh pembicara yang mengenakan batik tradisional. (Antara — Terkini)
1 menit membaca
Ukuran teks

Tiffney Tyara Setyoko, mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan, meraih juara pertama program Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) tingkat nasional dengan menghadirkan teknologi Smart Febrile Patch. Perangkat ini merupakan sensor non-invasif berbasis keringat yang dirancang untuk membantu skrining dini tingkat keparahan penyakit infeksi yang ditandai demam.

Menurut Tiffney, teknologi tersebut lahir dari persoalan nyata di masyarakat. Demam merupakan salah satu gejala awal berbagai penyakit infeksi, namun masyarakat sering kali tidak memiliki parameter objektif sederhana untuk menentukan kapan kondisi tersebut memerlukan perhatian medis lebih lanjut. Smart Febrile Patch dirancang untuk mengukur biomarker fisiologis yang dapat memberikan informasi awal mengenai respons inflamasi dan kondisi fisiologis tubuh.

"Saya berharap teknologi tersebut pada waktunya dapat membantu masyarakat mengambil keputusan lebih dini untuk mencari pertolongan medis sekaligus mengurangi risiko keterlambatan penanganan dan penggunaan antibiotik secara tidak rasional," kata Tiffney dalam keterangan tertulis.

Tiffney mewakili kampus dan LLDIKTI Wilayah III setelah sebelumnya meraih juara satu Pilmapres tingkat wilayah. Dari ratusan mahasiswa yang mengikuti proses seleksi di 17 wilayah LLDIKTI, 60 mahasiswa melaju ke tingkat nasional dan akhirnya terpilih 19 finalis dari berbagai perguruan tinggi. Ajang ini diselenggarakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.

Prof. Dr. Eka, Dekan Fakultas Kedokteran UPH, mengatakan pencapaian Tiffney mencerminkan pendekatan pendidikan kedokteran yang menghubungkan ilmu pengetahuan dengan riset, inovasi, dan kebutuhan nyata masyarakat. Menurut Prof. Dr. Eka, keberhasilan tersebut mencerminkan pentingnya lingkungan akademik yang memberi mahasiswa kesempatan untuk bertumbuh melampaui ruang kuliah.

Mahasiswi Raih Juara Nasional dengan Perangkat Sensor Pemantau Demam | Sama News Agency