Kebakaran Gunung Bromo Tinggal 2 Titik Api Setelah Penggasalan Dengan Helikopter

Kebakaran hutan dan lahan di Gunung Bromo, Jawa Timur, kini menyisakan dua titik api setelah Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengerahkan tiga helikopter untuk membantu pemadaman.

Oleh Sama News Agency
16 Agustus 2026
Para petugas pemadam kebakaran berdiri di depan api besar yang membara di malam hari dengan asap tebal mengepul ke udara.
Tim pemadam kebakaran bekerja untuk mengatasi kebakaran hutan di Gunung Bromo setelah upaya pemadaman dengan bantuan helikopter malam hari. Dua titik api masih tersisa setelah operasi penggasalan dari udara oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (CNN Indonesia — Nasional)
1 menit membaca
Ukuran teks

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan kebakaran hutan dan lahan di Gunung Bromo, Jawa Timur, kini tinggal menyisakan dua titik api. Kepala BNPB Letjen Suharyanto mengatakan organisasi tersebut mengerahkan tiga helikopter untuk membantu proses pemadaman dari udara, mengurangi titik api dari 34 menjadi dua.

Suharyanto menjelaskan bahwa dalam beberapa waktu terakhir, tiga kawasan gunung mengalami kebakaran: Bromo, Gunung Gede Pangrango, dan Gunung Rinjani. Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Djamari Chaniago mengatakan kebakaran di Rinjani dan Gede Pangrango telah berhasil diatasi.

Kebakaran di Bromo dimulai pada Senin, 3 Agustus 2026 sekitar pukul 17.00 WIB. Menanggapi meluasnya titik api, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru menutup sementara seluruh akses wisata ke kawasan tersebut per Sabtu, 8 Agustus.

Per Senin, 10 Agustus pukul 06.00 WIB, area yang terbakar mencapai 550 hektare, menurut laporan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Jawa Timur Satriyo Nurseno. Vegetasi yang terdampak meliputi cemara gunung, mentigen, akasia, dan semak belukar, meskipun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Kebakaran Gunung Bromo Tinggal 2 Titik Api Setelah Penggasalan Dengan Helikopter | Sama News Agency