Kanker prostat yang diderita mantan Presiden AS Joe Biden telah menyebar meski telah menjalani pengobatan, demikian dikatakan putranya, Hunter Biden, dalam wawancara dengan BBC Newsnight yang tayang Jumat malam. Hunter Biden mengatakan bahwa penyakit ayahnya telah mengalami metastasis ke tulang-tulang dan bagian tubuh lainnya.
"Kondisi ini sangat menyakitkan dan sangat melemahkan dalam banyak hal, tapi ia tetap beraktivitas," kata Hunter Biden, yang tampak emosional. "Ia masih menjalani kegiatannya dan ia sangat meyakini negara ini."
Biden mengakui mengidap kanker prostat pada Mei 2025, empat bulan setelah ia mengakhiri jabatannya sebagai presiden ke-46 Amerika Serikat. Pada saat itu, ia diungkapkan didiagnosis menderita kanker prostat agresif dan menjalani pengobatan termasuk radiasi dan terapi hormon.
Pada Juli 2026, saat mengumumkan rencana penerbitan memoar, Biden menyebut kondisi penyakitnya berjalan "sangat baik". Namun Hunter Biden mengatakan bahwa kondisi ayahnya jauh lebih berat dari itu. "Sungguh sangat berat dan menyedihkan melihat kondisinya," tambahnya.
Terlepas dari pertanyaan yang terus muncul mengenai kesehatannya sebagai presiden AS tertua dalam sejarah, Biden yang saat itu berusia 81 tahun memutuskan mencalonkan diri kembali untuk masa jabatan kedua pada 2024. Setelah penampilan debat yang buruk melawan Donald Trump pada Juni 2024 dan adanya gelombang tekanan dari Partai Demokrat, Biden mundur dari pemilihan presiden. Trump kemudian mengalahkan kandidat pengganti Biden, Kamala Harris.
