Gempa Magnitudo 5,8 Guncang Pandeglang, Tak Ada Potensi Tsunami

Gempa bermagnitudo 5,8 mengguncang Pandeglang, Banten pada Sabtu dini hari, tetapi analisis BMKG menunjukkan tidak ada potensi tsunami.

Oleh Sama News Agency
31 Agustus 2026
Layar seismograf menampilkan gelombang berwarna biru tebal yang mencatat aktivitas gempa bumi.
Perekaman seismograf menunjukkan aktivitas gempa bermagnitudo 5,8 yang terjadi di Pandeglang, Banten. Alat ini digunakan oleh BMKG untuk mendeteksi dan mengukur intensitas gempa bumi secara real-time. (CNN Indonesia — Nasional)
1 menit membaca
Ukuran teks

Gempa bermagnitudo 5,8 mengguncang wilayah Pandeglang, Banten pada Sabtu dini hari (22/8). Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut memiliki kedalaman 10 kilometer dengan episenter berlokasi di laut pada koordinat 7,73 derajat Lintang Selatan dan 104,33 derajat Bujur Timur.

BMKG memastikan gempa tidak berpotensi tsunami berdasarkan hasil pemodelan tsunami. Lembaga itu menyatakan bahwa berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa merupakan gempa dangkal yang dipicu aktivitas subduksi dengan mekanisme pergerakan naik atau thrust fault.

Episenter gempa terletak sekitar 182 kilometer arah barat daya Sumur, Pandeglang. Gempa dirasakan di sejumlah wilayah Pandeglang dengan intensitas III-IV MMI di Cimanggu, Sumur, dan Cibitung berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan dari BMKG.

Gempa Magnitudo 5,8 Guncang Pandeglang, Tak Ada Potensi Tsunami | Sama News Agency