Badan SAR Nasional (Basarnas) mengakhiri monitoring aktif KMP Mutiara Sentosa II setelah empat hari melakukan penyisiran dan pemantauan di perairan utara Pulau Madura, Jawa Timur. Keputusan tersebut diambil pada hari ketujuh setelah insiden kebakaran, menurut Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya Nanang Sigit PH.
"Dengan tidak adanya tanda-tanda korban yang mungkin belum ditemukan, maka kami mengakhiri kegiatan monitoring aktif," kata Nanang menurut Antara, Minggu (9/8). Monitoring aktif dilakukan setelah status operasi SAR dialihkan menjadi kegiatan pemantauan pada Rabu (5/8).
Selama kegiatan tersebut, Basarnas mengerahkan personel dan alat untuk menyisir perairan utara Madura. Penyisiran jalur laut dilakukan menggunakan KN SAR 249 Permadi dan satu unit RIB Pos SAR Sumenep, sementara pemantauan dari udara menggunakan helikopter Basarnas AW139 HR1301 untuk memperluas cakupan area pencarian.
Dengan berakhirnya monitoring aktif, Kantor SAR Kelas A Surabaya menempatkan personel dalam posisi siaga untuk mengantisipasi kondisi kedaruratan lainnya. Sebelumnya, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengalihkan operasi SAR khusus menjadi operasi kesiapsiagaan setelah seluruh 238 korban berhasil terdata dan dievakuasi.
Menurut data manifes yang disinkronkan antara kesyahbandaran dan operator kapal, jumlah korban di atas KMP Mutiara Sentosa II dipastikan 238 orang, terdiri atas 233 korban selamat dan lima korban meninggal dunia. Korban selamat dievakuasi oleh enam kapal, antara lain KM Meratus Pematang Siantar, TB Hasnur, KN Permadi, Selaras Mas, KRI Nala, dan KMP Mutiara Ferindo I.



