Kontes sayuran terbesar kembali digelar di sebuah desa pertanian setelah sempat vakum beberapa tahun.
Peserta membawa hasil panen untuk ditimbang di hadapan juri dan penonton, dengan kategori terpisah untuk umbi dan buah.
Panitia menyebut peserta tahun ini berasal dari beberapa desa tetangga, sehingga jumlah pendaftar meningkat.
Hasil panen peserta kemudian disumbangkan ke dapur umum sekolah setempat setelah penilaian selesai.