Uni Emirat Arab menuding Iran melakukan serangan bermusuhan terhadap sebuah tanker milik Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) menggunakan rudal saat melintas di Selat Hormuz. Kementerian Luar Negeri UEA pada Sabtu (8/8) mengecam insiden tersebut, menyatakan serangan tidak menimbulkan korban jiwa.
Pada hari yang sama, United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) melaporkan sebuah kapal terkena proyektil di kawasan Selat Hormuz lepas pantai Oman. UKMTO mengatakan insiden memicu kebakaran yang kemudian dipadamkan dan tidak ada laporan korban jiwa, meskipun belum jelas apakah kapal tersebut merupakan tanker ADNOC yang disebut UEA.
ADNOC sebelumnya menyatakan 15 kapal miliknya telah diserang di Selat Hormuz sejak perang dimulai, dengan tiga kapal menjadi sasaran hanya dalam sepekan terakhir. Iran diketahui memberlakukan blokade efektif terhadap jalur strategis tersebut dan berulang kali menyerang kapal yang dituding menghindar dari rute yang telah ditetapkan.
Serangan kapal ini terjadi pada saat Teheran dan Oman membahas pengelolaan Selat Hormuz, dengan pihak-pihak yang bertikai melaporkan kemajuan dalam pembicaraan. Serangkaian serangan terhadap kapal sebelumnya menyebabkan gencatan senjata pada April runtuh, dan para mediator sejak saat itu mendorong kedua pihak menjalankan kembali ketentuan dalam kesepakatan Juni.



