Profesor Kulit Hitam Cambridge Meninggal Dunia Sembilan Hari Setelah Mengundurkan Diri dari Jabatannya

Mantan profesor Cambridge University Jason Arday, yang mengundurkan diri setelah dituduh plagiat, ditemukan meninggal pada usia 41 tahun di London Selatan.

Oleh Sama News Agency
19 Agustus 2026
A white candle with a lit flame against a dark background in black and white photography.
Lilin menyala digunakan untuk mengenang Profesor Jason Arday, seorang akademisi Cambridge yang meninggal pada usia 41 tahun. (CNN Indonesia — Internasional)
1 menit membaca
Ukuran teks

Jason Arday, mantan profesor Cambridge University, ditemukan meninggal dunia pada Jumat (16/8) sembilan hari setelah mengundurkan diri dari jabatannya. Akademisi berusia 41 tahun tersebut ditemukan tewas di wilayah London Selatan, dan kematiannya dikonfirmasi oleh Universitas Cambridge.

Arday mengundurkan diri sebagai profesor dan fellow di Jesus College pada 5 Agustus setelah menghadapi tuduhan plagiarisme terkait disertasi doktoralnya. Keluarganya menyatakan bahwa dia menghadapi kampanye misinformasi yang mencakup tuduhan akademik dan serangan personal, menyebutnya sebagai kampanye pelecehan. Keluarga mengatakan melalui penerbit Simon & Schuster bahwa "kampanye misinformasi itu terlalu berat bagi Jason, yang merupakan pribadi lembut dan selalu ingin melihat sisi terbaik dari setiap orang."

Kontroversi bermula ketika beberapa akademisi dan laporan media menyanggah bagian dari disertasi doktoralnya sebagai profesor kulit hitam termuda Cambridge pada 2023. Isu tersebut berkembang setelah anggota parlemen sayap kanan menuduh Arday memperoleh keuntungan tidak adil dari kebijakan keberagaman, kesetaraan, dan inklusi. Dalam surat yang diunggah daring, Arday mengatakan pengunduran dirinya adalah satu-satunya cara untuk mengakhiri masa yang sulit, namun menekankan bahwa keputusan tersebut tidak boleh disalahartikan sebagai penerimaan terhadap narasi-narasi yang mengelilinginya.

Polisi Inggris menyatakan dipanggil oleh London Ambulance Service untuk melaporkan seorang pria ditemukan tidak bernyawa di sebuah properti di Battersea, London. Menurut pernyataan resmi, kematian tersebut untuk saat ini diperlakukan sebagai kejadian yang tidak terduga namun tidak diyakini mencurigakan, dan sedang diselidiki oleh Metropolitan Police. Wakil Rektor Cambridge Deborah Prentice mengatakan universitas sangat berduka mendengar kabar tragis ini.

Menteri Pendidikan Inggris Lucy Powell mengungkapkan kejutan dan dukanya atas kematian Arday, mendesak masyarakat memberikan privasi kepada keluarganya. Perdana Menteri Andy Burnham juga menyerukan refleksi pasca kematian Arday, menyatakan bahwa ini adalah tragedi dalam berbagai aspek dan waktu untuk merenungkan bagaimana keadaan bisa sampai ke titik ini.

Profesor Kulit Hitam Cambridge Meninggal Dunia Sembilan Hari Setelah Mengundurkan Diri dari Jabatannya | Sama News Agency