Perubahan Iklim Perkuat Risiko Kesepian di Masyarakat

Para peneliti menemukan bahwa peristiwa iklim ekstrem seperti badai dan gelombang panas membatasi interaksi sosial dan merusak ruang berkumpul masyarakat.

Oleh Sama News Agency
17 Agustus 2026
Seorang perempuan dengan rambut hitam panjang duduk di ambang jendela dengan lutut tertekuk, menatap keluar ke arah pemandangan kota yang tergampar di bawah.
Perubahan iklim ekstrem seperti badai dan gelombang panas membuat masyarakat lebih sering terisolasi di dalam rumah, meningkatkan risiko kesepian dan mengurangi interaksi sosial antar individu. (CNN Indonesia — Teknologi)
2 menit membaca
Ukuran teks

Krisis iklim tidak hanya mengubah lingkungan fisik, tetapi juga dapat memperburuk kesepian dengan membatasi kesempatan interaksi sosial dan merusak tempat berkumpul masyarakat. Badai, gelombang panas, banjir, dan kebakaran hutan dapat membatalkan festival, menghentikan kegiatan komunitas, dan mendorong warga memilih tinggal di rumah.

Fiona Doherty, asisten profesor bidang pekerjaan sosial di University of Tennessee, mengatakan hubungan sosial merupakan komponen penting dari kesejahteraan individu dan masyarakat. Dalam tulisannya, Doherty menyatakan bahwa salah satu dampak perubahan iklim yang paling sering terabaikan kemungkinan adalah potensinya untuk memperburuk epidemi kesepian.

Interaksi dengan orang lain membantu menjaga otak tetap aktif, menurunkan stres, dan dapat menyelamatkan nyawa ketika bencana terjadi, menurut Doherty. Misalnya, saat suhu melonjak, teman dan tetangga dapat membagikan peringatan, memeriksa kondisi lansia, dan membantu menyiapkan tempat perlindungan berpendingin udara. Namun cuaca ekstrem yang semakin sering malah melemahkan jaringan sosial tersebut.

Panas ekstrem membuat warga menghindari aktivitas luar ruangan dan lebih memilih berada di dekat pendingin udara atau kipas, kata Doherty. Badai dan banjir dapat membuat perjalanan berbahaya atau tidak mungkin dilakukan, sehingga warga kesulitan menemui keluarga atau menghadiri pertemuan sosial. Cuaca ekstrem juga dapat menyebabkan pemadaman listrik serta mengganggu internet dan jaringan seluler, memutus komunikasi melalui telepon, pesan singkat, dan media sosial ketika informasi justru sangat dibutuhkan.

Krisis iklim juga dapat mengubah atau merusak tempat yang memiliki makna budaya dan sosial. Banjir dapat merusak ruang terbuka yang biasa digunakan warga untuk berenang, piknik, dan berkumpul. Doherty merujuk pada pengalaman pribadinya ketika sebuah danau kecil di kota kelahirannya di New York rusak karena badai, sehingga komunitas pedesaan kehilangan salah satu dari sedikit tempat berkumpul yang dimilikinya.

Dampak sosial ini paling berat dirasakan kelompok yang sebelumnya sudah terisolasi, seperti lansia, warga pedesaan, dan orang yang tidak memiliki akses transportasi dan internet yang memadai, menurut Doherty. Untuk menjaga hubungan sosial di tengat cuaca ekstrem, ia menyarankan pemerintah berinvestasi pada pusat komunitas, seperti perpustakaan umum, yang dapat berfungsi sebagai tempat berkumpul sekaligus pusat ketahanan iklim dengan menyediakan ruang belajar, lokasi berlindung dari panas, sambungan internet, dan fasilitas pengisian daya saat listrik padam.

Perubahan Iklim Perkuat Risiko Kesepian di Masyarakat | Sama News Agency