Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP Pelti) masih menunggu finalisasi pembiayaan dan penetapan keputusan akhir dari Komite Olimpiade Indonesia (KOI) terkait kontingen tenis Indonesia untuk Asian Games. Sekretaris Jenderal PP Pelti Andi Fajar mengatakan Pelti telah mengusulkan 10 petenis, terdiri atas lima putra dan lima putri, untuk memperkuat Indonesia pada ajang olahraga tingkat Asia tersebut.
Andi menjelaskan bahwa Pelti telah mengunci lima nama untuk sektor putra dan lima untuk sektor putri, namun hingga saat ini masih menunggu Surat Keputusan dari KOI. "Namun sampai hari ini belum ada SK dari KOI, tentu ini adalah kewenangan KOI, sehingga kita masih menunggu finalisasi," ujar Andi di sela laga final Liga Tenis Indonesia 2026 Seri 1 di Jakarta, Minggu.
Menurut Andi, kepastian pembiayaan menjadi salah satu hal yang masih ditunggu Pelti, terutama di tengat adanya informasi mengenai efisiensi anggaran pemerintah yang berpotensi memengaruhi jumlah atlet yang dapat diberangkatkan. Pelti pada prinsipnya berharap seluruh kuota tenis yang tersedia dapat terisi sehingga para atlet yang telah menjalani persiapan memiliki kesempatan untuk tampil di Asian Games.
Apabila terdapat keterbatasan pembiayaan, Pelti siap mencari alternatif termasuk pembiayaan mandiri agar atlet yang telah masuk dalam usulan tetap dapat diberangkatkan. "Mandiri adalah pilihan yang tepat supaya semangat teman-teman yang sudah berlatih selama ini tidak sia-sia," kata Andi. Ia menegaskan bahwa keikutsertaan di Asian Games memiliki arti penting bagi para atlet karena selain menjadi bagian dari upaya meningkatkan prestasi olahraga Indonesia, ajang tersebut juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi atlet.
Sepuluh petenis yang diusulkan Pelti ialah Janice Tjen, Aldila Sutjiadi, Priska Nugroho, Anjali Kirana Junarto, dan Meydiana Laviola Reinnamah dari sektor putri. Dari sektor putra terdapat Muhammad Rifqi Fitriadi, Christopher Rungkat, Lucky Candra Kurniawan, Anthony Susanto, dan Muhammad Gunawan Trismuwantara. Andi mengatakan 10 nama tersebut masih berstatus usulan dan belum menjadi daftar final kontingen tenis Indonesia pada Asian Games.
